Minggu, 26 Januari 2014

Tugas besar Kritik Arsitektur Artikel Pertama


NAMA   : DIDI PRATOMO
NPM      : 21310999
KELAS  : 4 TB01
1.      Kritik Impresionis

Masjid Raya, Sumatra Barat
Profil Bangunan         :          
Nama Bangunan         :           Masjid Raya Sumatra Barat / Masjid Mahligai Minang
Lokasi                         :           Kecamatan Padang Utara, Kota Padang , Sumatra Barat
Arsitek                                          :              Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain Masjid                                                 Raya Sumatera Barat, Tahun 2007
Ketika ku melihatmu dari kejauhan...
Kufikir kau bukanlah sebuah Masjid...
Akan tetapi setelah kudekati dirimu...
Kubaru melihat keindahanmu sebagai sebuah Masjid...
Melihat atapmu yang Gonjong...
Kuteringat akan sebuah Arsitektur Tradisional...
Oh iya Aku Ingat...
Itu adalah Arsitektur Minangkabau...
Pandanganku berpaling kesisi- sisimu...
Ku melihat Banyak Ornamen...
Ternyata itu adalah ukiran minang dan kaligrafi...
Semua itu akhirnya menyadarkanku...
Bahwa kau adalah sebuah Masjid...
Masjid yang bertipologikan Arsitektur Minangkabau...





2.      Kritik Deskriptif
Masjid Raya, Sumatra Barat
Masjid Raya Sumatera Barat atau juga dikenal sebagai Masjid Mahligai Minang adalah salah satu Masjid terbesar di Indonesia yang terletak di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang , Sumatra Barat. Masjid yang pembangunannya masih dalam tahap pengerjaan ini merupakan masjid terbesar di Sumatera Barat.
Pembangunan masjid ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 oleh Gurbenur Sumatra Barat saat itu, Gumawan Fauzi. Pengerjaannya dilakukan dalam beberapa tahap yang terkendala karena hanya mengandalkan dana APBD Sumatera Barat.
Hingga saat ini pemakaian masjid ini untuk aktivitas ibadah belum dapat dilakukan karena ketiadaan fasilitas listrik dan air bersih. Meski tidak rutin, masjid ini sudah difungsikan untuk berbagai kegiatan; tabligh akbar dan pelaksanaan Salat Ied. Selain itu, kegiatan wirid di lingkungan Pegawai negeri sipil pemerintah provinsi Sumatera Barat dipusatkan di masjid ini.
Arsitektur masjid ini merupakan hasil rancangan Rizal Muslimin, pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatera Barat yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada tahun 2007. Secara umum, arsitektur masjid ini mengikuti Tipologi arsitektur Minangkabau dengan ciri bangunan berbentuk gonjong, hingga penggunaan ukiran Minang sekaligus Kaligrafi pada dinding bagian luar. Selain itu, arsitektur masjid ini juga menggambarkan kejadian peletakan batu Hajar Aswad dengan menggunakan kain yang dibawa oleh empat orang perwakilan suku di Mekkah pada setiap sudutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar